Empati merupakan salah satu kualitas pribadi konselor yang mempengaruhi keberhasilan konseling, karena melalui empati dapat tercipta kepribadian terapiutik seorang konselor.
Rogers (dalam Ivey and Ivey, 2018: 66 ; Neukrug, 2012:18) mengemukan mengenai tiga kondisi yang dibutuhkan untuk memfasilitasi, mencukupi, dan memunculkan perubahan kepribadian terapeutik yaitu:
1. Sikap selaras dan asli (congruence or genuineness),
2. Penerimaan tanpa syarat (unconditional positive regard),
3. Pemahaman empati yang tepat (accurate emphatic understanding).
Inventori Empati Mahasiswa Bimbingan dan Konseling ini disusun untuk membantu mahasiswa Bimbingan dan Konseling memunculkan kepribadian terapiutik dengan cara mengidentifikasi keterampilan empati yang dimiliki, kemudian mengembangkan keterampilan tersebut baik dalam praktek konseling maupun dalam kehidupan sehari-sehari.